RSS Feed

OUR GENERATION

Posted by Lorenzo Alberto

Our generation will be known for nothing,
Never will anybody say,
We were the peak of mankind,
That is wrong, the truth is
Our generation was a failure.
Thinking that
We actually succeeded
Is a waste. And we know
Living only for money and power
is the way to go.
Being love, respectful, and kind
Is a dumb thing to do.
Forgetting about that time,
Will not be easy, but we will try.
Changing our world for the better
Is something we never did.
Giving up
Was how we handled our problems.
Working hard
Was a joke,
We know that
People thought we wouldn’t come back
That might true
Unless we turn things around.
(READ FROM BOTTOM TO TOP NOW)

Kita harus berani untuk berpikir berbeda. Sama halnya jika kita hanya membaca dari atas ke bawah, sesuatu yg buruk sudah terlintas dalam pikiran kita. Namun jika kita membaca dari bawah ke atas akan menjadi berbeda dan menjadi lebih baik. Terkadang hidup akan terlihat buruk, jika kita tidak bisa melihat sisi baik dalam setiap hal buruk yang terjadi. -LA

inspired from: pic.twitter.com/aJjU5aZlxD

...Menyesal

Posted by Lorenzo Alberto

Hidup adalah misteri
Kita takkan pernah tahu apa yang akan terjadi.
Tak seorangpun tau apa yang akan dialaminya
Atau apa yang akan dihadapinya.
Sebagai manusia kita hanya harus menjalani hidup ini saja
Tanpa pernah tahu sebenarnya kemana arah hidup ini?
Sebagai manusia kita hanya harus memilih.
“Hidup adalah pilihan”
Begitulah kata mereka yang terlalu kaya akan motivasi.
Aku mencoba menerapkannya. Aku jalani kehidupanku dgn memilih dari pilihan yg ada.
Dan menyesal!
Apa fungsimu?
Mengapa kau datang disaat aku sudah memilih?
“Penyesalan selalu dtg belakangan”
Lagi-lagi begitu ucap mereka bagai hidupnya selalu bahagia.
Lalu apa sekarang?
Penyesalan ini begitu kurasakan.
Aku tak menyalahkan-Mu
Tapi apakah ini garis hidupku?
Apa aku harus menyesal untuk aku bisa lbh dewasa?
Bijaksana?
Menghargai?
Cukup.
Biarlah kujalani.
Ajarlah aku untuk lbh menyadari bukan menyesali.
Penyesalan datang belakangan, kalau di depan namanya kesadaran.

ART

Posted by Lorenzo Alberto

Hidup ini bagaikan sebuah kanvas putih, yang menunggu kita sebagai pelukisnya untuk memulai coretan demi coretan yang akhirnya menjadi sebuah gambaran kehidupan. Semua tentang seni. Coretan abstrakpun seni. Bumi ini seni. Cintapun juga seni. HAHAHA
Jika semua adalah seni, bukankah sang seniman bebas menggambar apapun?
"E[ART]H & HE[ART]"
"Cause there's an ART in Earth, and there's an ART in Heart."

Yang dibutuhkan perasaan, bukan tentang logika.  Feel it.

METAMORFOSIS CLOROFILS

Posted by Lorenzo Alberto

Jaman SMP....bicara soal SMP begitu banyak kenangan yang begitu melekat di hati gue. Gak bisa semua kenangan itu gue rincikan satu per satu. Sampai lo bercucu juga kayanya kurang. Singkat, gue dulu anggota OSIS dengan tugas sie. Kerajinan dan Kewirausahaan.  Selama menjabat gak ada kayanya tugas gue yang sesuai dengan sie yang gue dapet haha :D 

1 tahun sudah kami para anggota OSIS menjabat dan mengabdi di SMP 100. Karena kami yang sudah begitu dekat dan sudah serasa keluarga sendiri...kami membentuk suatu nama di luar OSIS dengan sebutan “CLOROFILS” wow? Geng? *cheers* . disini  tadinya ada 15 orang, karena memang anggota OSIS kami ada 15. Tapi nyatanya gak semua aktif, hanya segelintir yang selalu hadir dalam setiap event yang kami adakan. Clorofils pun punya baju kebangsaan yang begitu mencerminkan jiwa semangat dan ceria anak muda, yaitu dengan warna hijau stabilo. Kami sudah cukup amat dekat, hingga saat perpisahan sekolah, detik-detik terakhir pertemuan kami, kami semua menangis. Ya kami tidak mau saling terpisah. Kata-kata yang gue inget banget pas perpisahan adalah “Jangan sombong yaa, jangan lupain gue, kalau ganti nomor bilang-bilang” *cry*
Hingga akhirnya lulus SMP, dan beberapa dari kami terpisah sekolah. JEDERRRRR dunia SMA begitu beda banget. Kita dulu yang bangga dengan atribut CLOROFILS sekarang sedikit berasa minder.  Ohiya biar gue luruskan, kami CLOROFILS bukan kumpulan atau fansclub band Hijau Daun (ohGod please). Hingga pada suatu hari ada hembusan angin tiba-tiba berhembus di kuping kami *blushh*

Hingga pada tanggal 17 Oktober 2010 kami berkumpul untuk membicarakan kelangsungan hidup CLOROFILS. Dan akhirnya pada tanggal itu setelah melalui proses yang begitu panjang, CLOROFILS bermetamorfosis menjadi “ERSTAGO FOIRVE”. Nama itu diambil dari beberapa bahasa yang artinya....(biar orang dalam saja yang tahu haha ). Dan semoga persahabatan ini bisa kekal abadi selamanya. Satu untuk semua dan semua untuk satu. Dan gue harap kita ada jangan saat senang aja, saat sedih juga kita harus selalu ada ({})
ERSTAGO FOIRVE :
-          Dwi Retno ( @dwiree )
-          Corry Ayu (@coryayu )
-          Dessy Zaeny ( @dessyzaeny )
-          Jesika Ombun ( @jesikaombun )
-          Ririn Apriyanti ( @ririnAF )
-          Randy Fachturozi ( @randyfach )
-          Lorenzo Alberto  ( @Lorenjoalberto )

CITA-CITA = ..............*DIED*

Posted by Lorenzo Alberto


Welcome back guys (sok asyik) haha. Oke gue nulis cerita ini, terinspirasi dari presentasi kelompok bahasa gue yang cukup lumayan lah. Dengan tema yang cukup kompleks tentang Ibu, Ayah, dan Anak-anak (a.k.a Keluarga ). Dan ketika dibuka sesi pertanyaan terlihat antusias temen sekelas gue yang cukup menggairahkan.

Okey, banyak dari orang tua kita yang terlalu menuntut banyak terhadap anak-anaknya. Kadang tuntutan itu bahkan sesuatu yang tidak diinginkan oleh anak-anaknya. Bagaimana seharusnya sikap anak dalam menghadapi tuntutan dari orang tua tersebut? Iya J setiap orang tua pasti menginginkan anaknya dapat tumbuh menajdi anak yang membanggakan kelak untuk ke-2 orang tuanya. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya bisa sukses melebihi orang tuanya dan nanti dapat menghidupi orang tuanya. Maka terkadang orang tua memberikan tuntutan kepada anaknya, dan yakinlah itu pasti yang terbaik buat kita. Karena ya setiap orang tua mengnginkan yang tebaik buat anaknya. Memang anak punya tanggung jawab dalam menjalani kehidupannya, tapi kembali lihat bagaimana ke depannya? Seharusnya setiap tuntutan dari orang tua kita itu jangan kita jadikan beban atau hambatan buat kita. Tetapi jadikanlah setiap tuntutan (positiv) dari orang tua kita sebagai motivasi buat kita. Walau kadang ada pro dan kontra, disitulah kita harus membuktikan ke orang tua kita, bahwa kita bisa jadi yang terbaik, lebih dari yang orang tua kita harapkan. Agar kelak orang tua kita tersenyum untuk kita, bangga terhadap kita. Bahagiakanlah orang tua kita selagi mereka masih ada J
Bicara soal cita-cita kalau lo nanya “apa cita-cita lo wahai Lorenzo?” jawaban gue “MASIH BELUM TAHU” okey ini cukup miris buat anak yang hampir 17 tahun.  Gue bukan gak peduli atau bersikap bodo amat juga, tapi guenya juga bingung apa potensi atau bakat dalam diri gue ini -_-? Memang sih potensi itu gak akan tumbuh kalau gak diasah, disitu dia permasalahannya. Sebenernya cita-cita gue banyak dan random bahkan rancu.

Setiap bulan Agustus, gue bercita-cita jadi seorang Paskibraka. Karena gue kagum melihat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Istana Negara. Makanya dari SD gue ikut Pramuka dan dapat dasar-dasar Paskibra, begitu juga di SMP. Bahkan sampai SMA gue pernah ikut ekskul Paskibra dan akhirnya keluar tengah jalan, soalnya gitu deh.

Gue juga pernah bercita-cita jadi seorang dokter, tapi sekarang jurusan yang gue pilih aja IPS, pupuslah sudah cita-cita jadi dokter itu.

Dulu juga pernah bercita-cita jadi seorang pilot. Yang ada di bayangan gue Pilot itu enak banget, jalan-jalan mulu kerjaannya. Dan seorang Pilot kalau berhasil menerbangkan pesawatnya terlihat begitu keren, macho, cool banget. Dan dia kalau kerja didampingi cewek-cewek seksi ( Pramugari ). Tapi gue takut ketinggian, jadi itu hanya bualan belaka.

Atau gue pernah bercita-cita jadi seorang rentenir, pengusaha, bos kantoran dll.

Yap, selama cita-cita dan berandai-andai itu gratis, jadi bebas dong mau cita-cita kaya apa. Ohya teman, gantungkanlah cita-cita setinggi langit yang penuh bintang-bintang. Karena saat satu cita-cita jatuh, maka masih banyak bintang untukmu. 

PART III. Gue Harap Ini Bukan Gue (SMP)

Posted by Lorenzo Alberto


Masa-masa dimana gue berasa sok jaya telah usai, gue lulus SD dan diterima di SMP Negeri 100 yang terpredikat cukup baik untuk wilayah Jakarta Barat. Disini sifat remaja mulai tampak dari jiwa seorang lelaki. Dan ternyata gue se-SMP sama Nurul Hakiki, tapi sekarang status kita udah mantan. Gak banyak yg mau gue ceritain soal kisah cinta gue selama SMP. Singkatnya selama SMP ini gue pacaran 3 kali. Yes, setiap tahunnya beda, bukannya sok laku atau sok iye, mungkin ini terlihat berlebihan karena ini cerita, aslinya.......konyol abis.
Kelas 1 SMP, gue kenal sama seorang cewe bernama Ririn. Gue mulai menjadi pengagum rahasia dia. Hingga akhirnya gue mulai nembak dia, okey karena ini tanpa proses pdkt jadi gue sok takut ditolak. Jadi gue nembak hanya dari sms. Dengan kata-kata remaja tua sok bijak gue nembak Ririn. Dan pas dia bales sms gue, tekhnik pirit-memirit, jampe-jampe, hingga gue buka sms nya, dan balesannya
“sorry, gue gak bisa.................nolak lo” tau ah pokoknya kurang lebih begitu, *stuck* gue langsung 12 jadi patung. Malam itu shock gue langsung senam kebugaran, gue push up, sit up, kayang saking senengnya ( #abaikan ). Masa pacaran kita sudah dimulai, kalau dipikir-pikir masa pacaran gue sama Ririn konyol abis. Berasa anak gaul jaman itu, kita kalau sms-an d3nGan B3g1ni TuLi5anNy4. Okey intinya semua orang punya masa-masa alaynya tersendiri. 5 bulan kami lewati bersama, hingga akhirnya ada yang mulai aneh dengan hubungan kita. *cry* dengan kesepakatan bersama akhirnya kita menyudahkan hubungan cinta kita ini. 

Hmm~ biasanya kalau orang putus pasti suka ada bekas tersendiri di hatinya, dan biasanya malah saling berjauh-jauhan. Tapi gue dan Ririn beda, setelah putus kita malah disatukan dalam organisasi OSIS. Pikiran gue udah mulai sedikit dewasa, gue berfikir dalam satu organisasi gak mungkin gue dan Ririn saling diem-dieman gitu. Setiap rapat kami selalu berkomunikasi. Dan bahkan gue malah sahabatan dengan Ririn dan anggota OSIS lainnya. Gue cuma mau bagi dikit aja, putus hubungan cinta bukan berarti putus komunikasi. Lo Cuma harus buang rasa gengsi lo, kubur kenangan pahit lo. Dan lihat, gue bisa sahabatan dengan mantan gue. 

Gue naik ke kelas 2 SMP dengan peringkat satu di kelas waktu itu. Di kelas 2, gue menyukai seorang cewe berambut panjang yang duduk di belakang gue, namanya.......Erlinfa. Dulu waktu di kelas kalau gak ada guru, temen-temen gue suka bikin lomba bikin puisi antar teman sekelas. Karena firasat cinta yang membara, gue mencoba bikin puisi yang gue dedikasikan buat Erlinfa. Sebenernya waktu gue bikin puisi itu, gak ada seorangpun yang tau itu buat dia. Tapi temen-temen gue bisa aja menebak dan bikin kesimpulan kalau itu buat dia, yaa tapi memang bener sih. Gue mulai menumbuhkan benih-benih cinta ke Erlinfa. Hingga akhirnya kita jadian. Selama jadian, bisa dibilang dia cewe yang ngertiin gue banget. Gue orang yang kadang males sms-an tapi dia tetep sabar aja. Banyak kejadian lucu selama kita pacaran. Ceritain gak yah? Ummm *siapkan ember buat muntah*.

Jadi waktu itu kami bersiap mau lari pagi ke Pantai Indah Kapuk. Kita janjian jam 6 pagi. Gue kabur dari rumah tanpa ijin ke bokap. Sesampainya di pantai, karena terbawa arus gelombang dan gercikan air, kami terlihat romantis, sambil pegangan dan pelukan (iyuwh jijik). Dan dari kejauhan terdengar suara siulan-siulan gitu, karena kami berfikir ini pantai, jadi yaa pasti banyak burung terbang. Semakin lama suara itu mulai bersiul namun terdengar aneh, pas gue nengok ke belakang.....gue melihat sosok laki-laki besar kumisan yang bersiul dengan mulut nya. *JEDERRRR* itu bokap gue men... yang ada di pikiran gue, reputasi gue ancur, gue bakal dipasung kayanya.
Gue ngelepas rangkulan gue dari Erlinfa. Gue lari menuju bokap gue, dan ternyata bokap gue Cuma ngomong “HATI-HATI POLISI, MOTOR AWAS HILANG. PAPA PULANG YAA....” OH ternyata bokap gue pernah muda dan pasti pernah pacaran macam gini sama nyokap gue. Karena dihantui rasa tetep dekdekkan gue pulang nganter Erlinfa dan di rumah sok stay cool gak tau apa-apa dan berharap itu hanya mimpi.
 Tapi dengan semua kenangan indah yang terlah terukir, gue sama Erlinfa harus putus juga tengah jalan. Udah mulai ada rasa bosan antara kami. Tapi kami putus baik-baik. Yang bisa gue pelajari, cewe itu perasa banget, sebagai cowo kita harus menghormati perasaan cewe. Jangan gampang bosen dalam menjalani hubungan. Biarlah rasa cinta itu terus mengalir.

Penerimaan siswa/i di SMPN 100, karena gue masih dalam OSIS maka gue adalah salah satu yang jadi pengurus MOS-LDKS saat itu. Gue bisa dibilang OSIS favorit waktu tu dengan gaya sok iye sok lucu gue. Dan gue tertarik pada seorang cewe adik kelas itu. Namanya Alfridaningrum. Dia seorang cewe yang cukup pintar. Dia peringkat satu, dalam satu angkatan se-SMP 100 itu. Akhirnya kembali gue memberanikan diri menyatakan cinta gue ke dia, akhirnya kita jadian. Hubungan gue sama dia paling lama selama gue pacaran. Dia begitu perhatian, pengertian sama gue. Walau kadang gue malah cuek ke dia. Karena kecuekan gue kita sering putus-nyambung. Entah udah ada rasa sayang yg berlebihan maka kita sulit untuk putus gitu aja, pasti nanti balikan lagi. Hingga tepat 1 tahun kita jadian, dan gue lupa!!! Mungkin dia berfikir gue udah gak peduli, maka kita mengakhiri masa cinta ini. Dia yang begitu membekas di hati gue, sesungguhnya gue sulit untuk melupakannya, tapi gue realistis, gue juga mau dia bahagia dengan pasangan lain. 

Yang bisa kita semua pelajari, cinta itu butuh saling pengertian. Sesibuk apapun lo, lo harus bisa seenggaknya ngasih kabar ke pasangan lo, jangan pernah cuek. Karena terkadang pikiran negativ lebih sering muncul daripada pikiran positif. Hargai dan sayangilah apa yang lo punya sekarang. Karena kalau udah gak ada lagi nanti, lo bakal merindukan masa-masa itu.
THE END. Selesai sudah masa-masa pacaran gue yang konyol-konyol itu. Tapi hidup gue gak sampai sini aja. Terus kunjungi blog Lorenzo ini. Walau gak penting, yaa di penting-pentingin aja. Tunggu tulisan gue berikutnya, itupun kalau ada ide atau inspirasi.
Sekian.

Part II. Masa Kejayaan Lorenzo (SD)

Posted by Lorenzo Alberto


Kisah cinta unyu gue waktu TK gue anggap selesai. Meski gue harus melewati masa-masa risau gue, hingga akhirnya gue lulus dan didaftarkan masuk ke SDN Kedaung Kali Angke 15 Pagi. Gue mau share awal banget gue masuk SD nih, okey gue dimasukin ke SD itu karena banyak temen-temen perumahan gue yg bersekolah disitu. Hari pertama sekolah ?! rasanya ini sungguh spesial buat nyokap gue. Gue dibangunin sekolah, dimandiin, hingga mengenakan seragam baru merah putih. Sampai di sekolah, semua ibu-ibu ribet ngurusin anaknya bakal duduk sama siapa caturwulan ini, dan gue disuruh duduk sama Florencia dan 1 lagi lupa siapa. Nyokap gue nganterin gue ampe ke dalem kelas, dan pas guru masuk nyokap gue mau keluar, dan kalian tahu? Gue nangis kejer coba, gue gak mau ditinggal nyokap gue dari kelas itu... aib kah? Yuk abaikan..........................

Naiklah gue ke kelas 4 SD dengan prestasi yg bisa dibilang cukup membanggakan. Dan suatu hari, ada murid pindahan masuk ke sekolah gue. Usut punya usut ternyata dia tinggal satu perumahan sama gue. Rambut panjang, putih, mulus, seksi.... namanya Velmi. Masa perkenalan yaa berhasillah, kita juga sering pulang bareng. Hingga akhirnya masa gaul anak SD dimulai, gue mulai main surat-suratan ke dia kalau di kelas. Gue yang udah punya pengalaman cinta jaman TK dulu, sekarang gue malah sok jadi cowo cool yg tebar pesona ke cewe-cewe. Entah apa yg ada dipikiran Velmi waktu itu, dia nembak gue-_-.... gak ada kata lain selain TERIMA, karena dia dulu juga bisa disebut bank berjalan gue. Gak lama setelah kekonyolan jadian kita itu, tepat hari Valentine, diapun ngasih gue music box gitu, yg kalau dibuka ada pasangan dansa. Tapi Tuhan berkata lain, orang tuanya pindah dinas ke Lombok, dan akhirnya dia juga harus pindah sekolah lagi ke Lombok. Kisah cinta kitapun putus di tengah jalan jakarta-Lombok.

Naiklah hamba ke kelas 6 SD, okey disini kisah cinta gue cukup bisa dibilang apa banget. Gue dihadapkan dengan 3 orang cewe (terserah lo mau bilang sok atau apalah). Inez, Nurul, Rizkiyah.... Inez pernah nembak gue dan dia terbilang cukup baik dulu itu, dan Rizkiyah dia suka sama gue sampai nembak gue lebih dari sekali, dan Nurul.....dia orang yg bener-bener menguji dewa cinta hidup gue. Gue lebih-lebih suka ke Nurul, dia seorang gadis cantik nan pintar dari SD tetangga. Berita soal gue mau nembak Nurulpun sudah diketahui semua orang, Nurul adalah cewe pertama yang gue tembak, dan secara langsung. Ketemuanlah kita di atas tanggul, iya tanggul depan sekolah yg pemandangannya keren, kali cengkareng drain. Nurul udah duduk nungguin gue yang lagi linglung aja harus ngomong apa harus bertindak kaya apa. Gue terkesan kaya gigolo yg baru pertama kali terjun dunia perwanitaan dan masih polos gitu. Gue diberi asupan motivasi sama Alfa. Dan gak lama gue beranikan diri nyamperin Nurul. 
Gue bilang “GUE SUKA SAMA LU, LU MAU JADI CEWE GUE GAK?” jantung gue udah copot hijrah ke Pasar Malem, dan otak gue serasa gelap tanpa ada secerca cahaya. 
Nurul malah bilang “BUKTINYA APA?” 
gue si cowo polos bilang “INI GUE NEMBAK LO SECARA LANGSUNG”. 
Okey Nurul malah ngasih ujicoba ke gue, dia nyuruh gue teriak sekenceng-kencengnya “NURUL GUE SUKA SAMA LO” dan dengan jantung yg masih bingung milih baju di Pasar Malem gue teriak kata-kata itu dengan kencang. 
Nurul tersenyum seakan puas dengan apa yang gue lakuin, kita salaman dan resmi In A Relationship with Nurul Hakiki. Kisah cinta kita lumayan lama dan cukup membekas banget di hati gue, kalo dibilang sih dia First Love gue, karena ini pertama kali gue pacaran serius. Tapi gue lupa kenapa kisah cinta ini bisa putus di tengah jalan gitu aja. Intinya gue bersyukur banget, banyak banget pelajaran yg gue ambil dari kisah ini. Yang bisa gue pelajari cinta itu tak harus memiliki, dan wanita selalu membutuhkan bukti akan ketulusan atau kesungguhan cinta dari seorang laki-laki.