PART III. Gue Harap Ini Bukan Gue (SMP)
Posted by
Masa-masa dimana gue berasa sok jaya telah usai, gue
lulus SD dan diterima di SMP Negeri 100 yang terpredikat cukup baik untuk
wilayah Jakarta Barat. Disini sifat remaja mulai tampak dari jiwa seorang
lelaki. Dan ternyata gue se-SMP sama Nurul Hakiki, tapi sekarang status kita
udah mantan. Gak banyak yg mau gue ceritain soal kisah cinta gue selama SMP.
Singkatnya selama SMP ini gue pacaran 3 kali. Yes, setiap tahunnya beda,
bukannya sok laku atau sok iye, mungkin ini terlihat berlebihan karena ini
cerita, aslinya.......konyol abis.
Kelas 1 SMP, gue kenal sama seorang cewe bernama
Ririn. Gue mulai menjadi pengagum rahasia dia. Hingga akhirnya gue mulai nembak
dia, okey karena ini tanpa proses pdkt jadi gue sok takut ditolak. Jadi gue
nembak hanya dari sms. Dengan kata-kata remaja tua sok bijak gue nembak Ririn.
Dan pas dia bales sms gue, tekhnik pirit-memirit, jampe-jampe, hingga gue buka
sms nya, dan balesannya
“sorry, gue gak bisa.................nolak lo” tau
ah pokoknya kurang lebih begitu, *stuck* gue langsung 12 jadi patung. Malam
itu shock gue langsung senam kebugaran, gue push up, sit up, kayang saking
senengnya ( #abaikan ). Masa pacaran kita sudah dimulai, kalau dipikir-pikir
masa pacaran gue sama Ririn konyol abis. Berasa anak gaul jaman itu, kita kalau
sms-an d3nGan B3g1ni TuLi5anNy4. Okey intinya semua orang punya masa-masa
alaynya tersendiri. 5 bulan kami lewati bersama, hingga akhirnya ada yang mulai
aneh dengan hubungan kita. *cry* dengan kesepakatan bersama akhirnya kita
menyudahkan hubungan cinta kita ini.
Hmm~ biasanya kalau orang putus pasti suka ada bekas
tersendiri di hatinya, dan biasanya malah saling berjauh-jauhan. Tapi gue dan
Ririn beda, setelah putus kita malah disatukan dalam organisasi OSIS. Pikiran
gue udah mulai sedikit dewasa, gue berfikir dalam satu organisasi gak mungkin
gue dan Ririn saling diem-dieman gitu. Setiap rapat kami selalu berkomunikasi.
Dan bahkan gue malah sahabatan dengan Ririn dan anggota OSIS lainnya. Gue cuma
mau bagi dikit aja, putus hubungan cinta bukan berarti putus komunikasi. Lo
Cuma harus buang rasa gengsi lo, kubur kenangan pahit lo. Dan lihat, gue bisa
sahabatan dengan mantan gue.
Gue naik ke kelas 2 SMP dengan peringkat satu di
kelas waktu itu. Di kelas 2, gue menyukai seorang cewe berambut panjang yang
duduk di belakang gue, namanya.......Erlinfa. Dulu waktu di kelas kalau gak ada
guru, temen-temen gue suka bikin lomba bikin puisi antar teman sekelas. Karena
firasat cinta yang membara, gue mencoba bikin puisi yang gue dedikasikan buat
Erlinfa. Sebenernya waktu gue bikin puisi itu, gak ada seorangpun yang tau itu
buat dia. Tapi temen-temen gue bisa aja menebak dan bikin kesimpulan kalau itu
buat dia, yaa tapi memang bener sih. Gue mulai menumbuhkan benih-benih cinta ke
Erlinfa. Hingga akhirnya kita jadian. Selama jadian, bisa dibilang dia cewe
yang ngertiin gue banget. Gue orang yang kadang males sms-an tapi dia tetep
sabar aja. Banyak kejadian lucu selama kita pacaran. Ceritain gak yah? Ummm
*siapkan ember buat muntah*.
Jadi waktu itu kami bersiap mau lari pagi ke Pantai
Indah Kapuk. Kita janjian jam 6 pagi. Gue kabur dari rumah tanpa ijin ke bokap.
Sesampainya di pantai, karena terbawa arus gelombang dan gercikan air, kami
terlihat romantis, sambil pegangan dan pelukan (iyuwh jijik). Dan dari kejauhan
terdengar suara siulan-siulan gitu, karena kami berfikir ini pantai, jadi yaa
pasti banyak burung terbang. Semakin lama suara itu mulai bersiul namun
terdengar aneh, pas gue nengok ke belakang.....gue melihat sosok laki-laki
besar kumisan yang bersiul dengan mulut nya. *JEDERRRR* itu bokap gue men...
yang ada di pikiran gue, reputasi gue ancur, gue bakal dipasung kayanya.
Gue ngelepas rangkulan gue dari Erlinfa. Gue lari
menuju bokap gue, dan ternyata bokap gue Cuma ngomong “HATI-HATI POLISI, MOTOR
AWAS HILANG. PAPA PULANG YAA....” OH ternyata bokap gue pernah muda dan pasti
pernah pacaran macam gini sama nyokap gue. Karena dihantui rasa tetep dekdekkan
gue pulang nganter Erlinfa dan di rumah sok stay cool gak tau apa-apa dan
berharap itu hanya mimpi.
Tapi dengan
semua kenangan indah yang terlah terukir, gue sama Erlinfa harus putus juga
tengah jalan. Udah mulai ada rasa bosan antara kami. Tapi kami putus baik-baik.
Yang bisa gue pelajari, cewe itu perasa banget, sebagai cowo kita harus
menghormati perasaan cewe. Jangan gampang bosen dalam menjalani hubungan.
Biarlah rasa cinta itu terus mengalir.
Penerimaan siswa/i di SMPN 100, karena gue masih
dalam OSIS maka gue adalah salah satu yang jadi pengurus MOS-LDKS saat itu. Gue
bisa dibilang OSIS favorit waktu tu dengan gaya sok iye sok lucu gue. Dan gue
tertarik pada seorang cewe adik kelas itu. Namanya Alfridaningrum. Dia seorang
cewe yang cukup pintar. Dia peringkat satu, dalam satu angkatan se-SMP 100 itu.
Akhirnya kembali gue memberanikan diri menyatakan cinta gue ke dia, akhirnya
kita jadian. Hubungan gue sama dia paling lama selama gue pacaran. Dia begitu
perhatian, pengertian sama gue. Walau kadang gue malah cuek ke dia. Karena
kecuekan gue kita sering putus-nyambung. Entah udah ada rasa sayang yg
berlebihan maka kita sulit untuk putus gitu aja, pasti nanti balikan lagi.
Hingga tepat 1 tahun kita jadian, dan gue lupa!!! Mungkin dia berfikir gue udah
gak peduli, maka kita mengakhiri masa cinta ini. Dia yang begitu membekas di
hati gue, sesungguhnya gue sulit untuk melupakannya, tapi gue realistis, gue
juga mau dia bahagia dengan pasangan lain.
Yang bisa kita semua pelajari, cinta itu butuh
saling pengertian. Sesibuk apapun lo, lo harus bisa seenggaknya ngasih kabar ke
pasangan lo, jangan pernah cuek. Karena terkadang pikiran negativ lebih sering
muncul daripada pikiran positif. Hargai dan sayangilah apa yang lo punya
sekarang. Karena kalau udah gak ada lagi nanti, lo bakal merindukan masa-masa
itu.
THE END. Selesai sudah masa-masa pacaran gue yang
konyol-konyol itu. Tapi hidup gue gak sampai sini aja. Terus kunjungi blog
Lorenzo ini. Walau gak penting, yaa di penting-pentingin aja. Tunggu tulisan
gue berikutnya, itupun kalau ada ide atau inspirasi.
Sekian.


0 komentar:
Posting Komentar