CITA-CITA = ..............*DIED*
Posted by
Welcome back guys (sok asyik) haha. Oke gue nulis
cerita ini, terinspirasi dari presentasi kelompok bahasa gue yang cukup lumayan
lah. Dengan tema yang cukup kompleks tentang Ibu, Ayah, dan Anak-anak (a.k.a
Keluarga ). Dan ketika dibuka sesi pertanyaan terlihat antusias temen sekelas
gue yang cukup menggairahkan.
Okey, banyak dari orang tua kita yang terlalu menuntut banyak terhadap anak-anaknya. Kadang tuntutan itu bahkan sesuatu yang tidak diinginkan oleh anak-anaknya. Bagaimana seharusnya sikap anak dalam menghadapi tuntutan dari orang tua tersebut? Iya J setiap orang tua pasti menginginkan anaknya dapat tumbuh menajdi anak yang membanggakan kelak untuk ke-2 orang tuanya. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya bisa sukses melebihi orang tuanya dan nanti dapat menghidupi orang tuanya. Maka terkadang orang tua memberikan tuntutan kepada anaknya, dan yakinlah itu pasti yang terbaik buat kita. Karena ya setiap orang tua mengnginkan yang tebaik buat anaknya. Memang anak punya tanggung jawab dalam menjalani kehidupannya, tapi kembali lihat bagaimana ke depannya? Seharusnya setiap tuntutan dari orang tua kita itu jangan kita jadikan beban atau hambatan buat kita. Tetapi jadikanlah setiap tuntutan (positiv) dari orang tua kita sebagai motivasi buat kita. Walau kadang ada pro dan kontra, disitulah kita harus membuktikan ke orang tua kita, bahwa kita bisa jadi yang terbaik, lebih dari yang orang tua kita harapkan. Agar kelak orang tua kita tersenyum untuk kita, bangga terhadap kita. Bahagiakanlah orang tua kita selagi mereka masih ada J
Bicara soal cita-cita kalau lo nanya “apa cita-cita
lo wahai Lorenzo?” jawaban gue “MASIH BELUM TAHU” okey ini cukup miris buat
anak yang hampir 17 tahun. Gue bukan gak
peduli atau bersikap bodo amat juga, tapi guenya juga bingung apa potensi atau
bakat dalam diri gue ini -_-? Memang sih potensi itu gak akan tumbuh kalau gak
diasah, disitu dia permasalahannya. Sebenernya cita-cita gue banyak dan random
bahkan rancu.
Setiap bulan Agustus, gue bercita-cita jadi seorang
Paskibraka. Karena gue kagum melihat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Istana
Negara. Makanya dari SD gue ikut Pramuka dan dapat dasar-dasar Paskibra, begitu
juga di SMP. Bahkan sampai SMA gue pernah ikut ekskul Paskibra dan akhirnya
keluar tengah jalan, soalnya gitu deh.
Gue juga pernah bercita-cita jadi seorang dokter,
tapi sekarang jurusan yang gue pilih aja IPS, pupuslah sudah cita-cita jadi
dokter itu.
Dulu juga pernah bercita-cita jadi seorang pilot.
Yang ada di bayangan gue Pilot itu enak banget, jalan-jalan mulu kerjaannya.
Dan seorang Pilot kalau berhasil menerbangkan pesawatnya terlihat begitu keren,
macho, cool banget. Dan dia kalau kerja didampingi cewek-cewek seksi (
Pramugari ). Tapi gue takut ketinggian, jadi itu hanya bualan belaka.
Atau gue pernah bercita-cita jadi seorang rentenir,
pengusaha, bos kantoran dll.
Yap, selama cita-cita dan berandai-andai itu gratis,
jadi bebas dong mau cita-cita kaya apa. Ohya teman, gantungkanlah cita-cita
setinggi langit yang penuh bintang-bintang. Karena saat satu cita-cita jatuh,
maka masih banyak bintang untukmu.


0 komentar:
Posting Komentar